Sering bingung melihat seragam yang terlihat mirip dan hanya berbeda di warna saja? Sering protes karena di kaus tim Anda tidak memiliki ciri khas? Itu karena di jaman sekarang produsen seragam seperti Adidas dan Puma membuat seragam dengan mengacu pada template.
Motif dan Nomor
Template adalah set motif dasar yang dipakai oleh para produsen untuk membuat seragam tim yang disponsorinya. Setiap 1-2 tahun sekali, produsen membuat template (bersamaan dengan bahan pakaian) dan akan digunakan untuk seragam baru.
1. Adidas 2002

Template ini diluncurkan pada Piala Dunia 2002. Dapat kita lihat tiga garis tanggung dan bentuk nomor yang miring. Hal ini berlaku juga ke Perancis, Jerman, Spanyol, dan beberapa negara lainnya.
2. Puma 2004

Puma di Euro 2004 menggunakan template ini. Digunakan juga oleh beberapa klub pada musim berikutnya. Template ini termasuk bagus karena memiliki banyak variasi.
Penempatan Logo
Template itu lebih dari sekedar motif. Penempatan logo dan nomor juga ikut masuk ke dalam penetapan template.
1. Normal

Logo sponsor di dada kanan, logo tim di dada kiri, dan nomor di ulu hati.
2. Nike 2004

Revolusi dibuat oleh Nike di tahun 2004. Mengusung slogan Ole 90, Nike meluncurkan template unik ini di Euro 2004. Logo tim dipindah ke tengah dada, nomor dibingkai dengan lingkaran, dan yang paling unik adalah logo Nike yang dibawa jauh menuju bahu kanan. Saat itu template ini bersinar sendirian di tengah template-template di bawah standar yang dibuat oleh merk lain. Wabah ini tampaknya membuat merk lain sadar dan akhirnya mereka ikut-ikutan mengacak logo-logo di kaus. Karena itu Nike pun membuat anti-template dengan menetapkan desain unik bagi tiap-tiap tim dan negara. Selebihnya akan dibahas di bawah.
3. Adidas 2006-…

Wabah Nike menyebar ke adidas. Setelah template mereka yang jelek tahun 2002-2004, mereka sepertinya tersentak dengan design Nike di 2004. Akhirnya mereka ikutan mengacak logo. Kini logo adidas di taruh di atas dada, nomor di dada kanan dan logo di dada kiri. Hal itu berlanjut hingga sekarang.
4. Puma 2006

Puma juga ikutan terkena wabah Nike. Tetapi menurut saya, mereka melakukannya dengan lebih inovatif. Karena mereka membuat keunikan tim terasa dengan menaruh siluet lambang nasional di kiri bawah perut.
Template vs Tradisi
Template terkadang menghilangkan keunikan dari seragam sebuah tim dan menurut fans “melawan tradisi”.
1. Ajax Amsterdam

Ajax terkenal dengan motif “persegi panjang merah” di tengah kaus mereka dan putih polos di bagian lainnya. Ketika adidas menjadi sponsor mereka, fans menolak “tiga strip” khas adidas ada di kostum mereka. Mereka menganggap itu sebagai “noda” di seragam keramat Ajax. Sebagai jalan tengah konflik ini, Ajax memakai “tiga strip” di kompetisi Eropa, dan tetap polos di Liga Belanda. Memang seragam Ajax adalah yang paling sedikit dimodifikasi sepanjang sejarahnya.
2. Feyenoord
Untuk musim 2009/2010, Puma mengeluarkan template baru yang sedikit aneh. Mereka membuat motif dua garis miring di atas dada. Feyenoord yang baru pindah ke Puma juga ikut memakai template ini.

Hasilnya, fans mengamuk dan meminta Puma mengganti kaus itu secepatnya. Hal ini memaksa Puma mengganti kausnya dengan warna yang tidak terlalu berbeda dengan kaus Feyenoord sebelumnya, tetapi mereka tetap tidak merubah motif.


Lucunya, sponsor mereka ikut berubah. Entah apa yang terjadi.
Anti-Template
Dua tahun setelah Nike mengeluarkan desain inovatif di tahun 2004, Adidas, Puma, dan banyak lainnya ikut mengubah desainnya menjadi lebih unik dari sebelumnya. Apa yang dilakukan Nike? Mengusung slogan joga bonito mereka kembali ke desain tradisional dan lebih hebat lagi, mereka TIDAK memakai template. Artinya, tiap klub/negara memiliki desain sendiri-sendiri. Silakan diperhatikan bahwa masing-masing desain individual. Lebih detail lagi, masing-masing tim memiliki bentuk nomor yang berbeda-beda.

Korea 2006

USA 2006

Holland 2006

Brazil 2006

Portugal 2006

Mexico 2006